Sleman Merencanakan Penambahan Instalasi Pengolahan Air Limbah

Sleman Merencanakan Penambahan Instalasi Pengolahan Air Limbah

Diposting pada

Tahun ini Pemkab Sleman sudah bangun 1.497 unit IPAL individu

Tukangsedotlimbah.com, SLEMAN — Persoalan pencemaran sumber air karena sampah domestik memang memerlukan prinsip serius. Dari Pemkab Sleman, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengakui selalu meningkatkan jumlahnya Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAL).

Ia menjelaskan, tahun ini Pemkab Sleman sudah bangun 1.497 unit IPAL individu yang menyebar di delapan kecamatan. Ini meningkatkan pembangunan 124 IPAL komunal yang berada di 14 kecamatan tahun kemarin.

Baca Juga >> Jasa Sedot Wc Pontianak

“Sedang, pada 2018 akan dibuat tujuh unit Ipal komunal lagi di tujuh kecamatan,” kata Sri waktu CIty Alliance Meeting di Kantor Setda Kabupaten Sleman.

Untuk meminimalkan pembuangan sampah rumah tangga, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman dimaksud sudah melayani 2.765 pelanggan. Dan, memberkan service penyambungan jaringan air sampah terpusat.

Sri mengklaim, 88,7 % penduduk Kabupaten Sleman telah memperoleh air minum serta air bersih dari sumber yang terproteksi. Dari jumlahnya itu, beberapa 28,92 % mendapatkan service penyediaan air minum perpipaan.

Tahun kemarin, jumlahnya KK yang mendapatkan sanitasi wajar dimaksud telah sampai 96,07 % atau 311.919 kepala keluarga. Tetapi, angka itu cuma alami penambahan sekurang-kurangnya 12,61 % dari 2015.

Masalahnya dari keadaan itu, masih tetap ada 12.767 kepala keluarga yang masih tetap memakai jamban tidak aman. Akan tetapi, Sri mengutamakan jika Pemkab Sleman selalu lakukan usaha-usaha untuk meminimalkan angka itu.

“Pemkab Sleman membidik pada 2019 angka ini bisa diminimalkan,” tutur Sri.

Baca juga:

Walau demikian, semenjak 2016, Pemkab Sleman sudah menggandeng Bremen Overseas Research and Development Association (BORDA) Indonesia. Kerja sama dijalin dalam meminimalisir lokasi kumuh serta penuhi akses sanitasi wajar.

Waktu City Alliance Meeting, ikut ada Direktur Peningkatan PLP Ditjen Cipta Karya, Dodi Krispratmadi. Ia mengharap, terbentuknya aliansi internasional mempunyai kemampuan lebih dalam menangani persoalan sanitasi.

Terpenting, dalam aplikasi sanitasi yang teringerasi dalam perenanaan kota yang berkepanjangan. Dodi ikut mengatakan selamat pada Bupati Sleman, Sri Purnomo, yang dipilih menjadi ketua pertama City Alliance.

“Besar sekali kami harap kabupaten/kota yang tergabung dalam City Alliance dapat tingkatkan pengendalian sanitasi dengan berkepanjangan, hingga jadi ide buat kabupaten/kota lainnya dalam pengendalian sanitasinya,” kata Dodi.

Ia memperingatkan, pemerintah pada 2015 telah mengambil keputusan Perpres Nomer 2 mengenai Gagasan Pembangunan Periode Menengah nasional (RPJMN) 2015-2019. RPJMN itu mengamanatkan pencapaian-pencapaian beberapa tujuan.

Mulai 100 % akses air minum, 0 % lokasi kumuh, sampai 100 % akses sanitasi pada 2019. Berarti, tinggal setahun kurang agar bisa wujudkan target-target itu.

“Untuk pemenuhan tujuan akses sanitasi 100 persne, peranan serta prinsip Pemda sebagai pelaksana pengendalian bidang sanitasi begitu diinginkan untuk pastikan semua masyarakatnya memperoleh akses sanitas,” tutur Dodi.

Karena itu, ia mengapresiasi Kabupaten Sleman yang menjadi komando City Alliance Meeting. Lebih, pekerjaan ikut di hadiri perwakilan-perwakilan beberapa negara tetangga seperti Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina serta Vietnam. (*republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *