Penanganan Limbah B3

3 Macam Penanganan Limbah B3 yang Harus Anda Ketahui

Diposting pada

3 Macam Penanganan Limbah B3 yang Harus Anda Ketahui

Pada artikel sebelumnya yang sudah dibahas tentang sifat dan karakteristik limbah B3. Pada kesempatan kali ini, Tukangsedotlimbah.com akan mengupas macam penanganan limbah B3 yang harus Anda ketahui. Apa saja dan bagaimana caranya, simak ulasan berikut.

Limbah B3 memiliki bermacam-macam karakteristik diantaranya adalah limbah yang bersifat flammable (mudah terbakar), mudah meledak, korosif, mudah teroksidasi, beracun, berbahaya, irritant (bersifat iritasi), berbahaya bagi lingkungan serta karsinogenik (menimbulkan sel kanker), teratogenik (bepengaruh terhadap pembentukan embrio), dan mutagenik (berdampak pada perubahan kromosom). Tipe-tipe limbah B3 ini tentunya dibutuhkan penanganan yang berbeda dengan limbah-limbah domestik maupun industri pada umumnya. Penanganan limbah B3 dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode penanganan limbah B3 diantaranya sebagai berikut.

 

  1. Stabilisasi dan Solidifikasi

Metode stabilisasi merupakan metode penambahan zat pada limbah untuk meminimalisasi perpindahan limbah agar dapat mengurangi tingkat toksisitas/racun pada limbah itu sendiri. Sementara solidifikasi merupakan sebuah proses penanganan limbah menggunakan bahan adiktif, salah satunya untuk membantu membatasi jumlah zat yang larut dari berbagai bahan pencemaran yang terdapat pada limbah.

3 Macam Penanganan Limbah B3 yang Harus Anda Ketahui 1

 

  1. Pembakaran/ Insinerasi

Metode pembakaran atau insinerasi adalah sebuah cara penanganan limbah yang dilakukan dengan cara membakar limbah/sampah dengan sebuah alat yang dinamakan insinerator. Proses insinerasi ini mampu mengurangi volume sampah hingga 90%. Tentu terdapat, jenis—jenis limbah yang dapat ditangani melalui metode ini diantaranya, yaitu kertas, plastik, dan karet. Meski dapat mengurangi volume sampah hingga 90%, metode insinerasi memiliki kekurangan yaitu selain membutuhkan biaya yang cukup besar, proses insinerasi pada limbah menimbulkan pencemaran udara dari asap buangan yang dihasilkan.

 

  1. Bioremediasi

Metode bioremediasi adalah sebuah proses penanganan limbah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur,bakteri). Teknik bioremediasi ini merupakan teknik yang relatif murah dan aman bagi lingkungan. Pasalnya, bioremediasi bertujuan untuk memecah zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun.

 

Demikian ulasan mengenai 3 macam penanganan limbah B3 yang perlu Anda ketahui. Limbah B3 merupakan limbah berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan. Karena sifat dan karakteristik limbah B3, diperlukan penanganan yang serius agar bahan-bahan yang terkandung di dalamnya tidak mempengaruhi lingkungan dan kesehatan. Di www.tukangsedotlimbah.com, apapun jenis limbahnya, kami tangani dengan cepat tetapi memuaskan, tidak berbau dan dikerjakan oleh tim yang handal di bidangnya! (rva)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *