Mengelola Limbah Anorganik Rumah Tangga

Mengelola Limbah Anorganik Rumah Tangga

Diposting pada

Bagaimana Cara Mengelola Limbah Anorganik Rumah Tangga?

Seiring dengan maraknya penggunaan plastik dan material lain yang tak mudah teurai dalam kehidupan sehari-hari, persoalan limbah anorganik kian menjadi masalah. Meski penggunaan benda-benda tersebut tidak disarankan karena alasan mencemari lingkungan, tetapi pada kenyataannya penggunaan benda-benda tersebut tak terhindarkan. Kepraktisan dan alasan efisiensi biaya, menjadi alasan plastik tetap menjadi material priomadona dalam berbagai hal, mulai dari bungkus makanan, mebeler, alat rumah tangga hingga cangkang ponsel. Apabila tindakan preventif sudah sulit dilakukan, maka langkah represif yang bisa ditempuh adalah dengan mengelola limbah rumah tangga tersebut. Bagaimana caranya, simak dalam artikel berikut ini.

Sebenarnya ada 3 ‘jurus’ yang selama ini dikenal untuk pengelolaan limbah, yaitu 3R terdiri dari Reuse, Reduce dan Recycle. Reuse adalah mengunakan kembali sampah yang masih bisa dimanfaatkan. Sebagai contoh, saat Anda berbelanja ke warung, toko atau pusat perbelanjaan biasanya mendapatkan kantong plastik. Usai belanjaan dibuka, sebaiknya plastik tak langsung dibuang. Namun, Anda bisa melipatnya, menyimpannya dan menggunakannya kembali saat membutuhkan kantong plastik.

Anda mungkin bisa menggunakannya sebagai wadah sampah sementara sebelum akhirnya dibuang ke tempat pembuangan sampah atau justru menggunakannya untuk wadah sesuatu. Akan lebih bijak lagi jika di kemudian hari berbelanja tak perlu meminta plastik wadah dan membawa plastik dari rumah sebagai wadah belanjaan.

Kedua adalah reduce atau mengurangi penggunaan barang-barang dari plastik atau benda lain yang sulit diurai. Contoh kecil dari aktivitas ini adalah lebih baik menggunakan senter yang bisa dicas daripada menggunakan baterai yang sekali pakai. Menggunakan lampu LED yang tahan lama dibandingkan dengan lampu bohlam juga bisa menjadi contoh lain mengurangi banyaknya sampah rumah tangga.

Selanjutnya, langkah terakhir adalah recycle atau mendaur ulang sampah menjadi benda-benda dengan manfaat baru. Kini, sudah banyak dijumpai hasil kreasi dari sampah-sampah anorganik, khususnya bermaterial plastik. Sebut saja seperti kursi daur ulang dari sisa ban bekas, plastik belanja yang dijahit dari kemasan bungkus makanan atau minuman. Ada pula hiasan bunga tiruan yang dibuat dari sisa-sisa sedotan. (y)

 

 

Lihat juga:  Cara Memperbaiki Tombol Flush Toilet Macet, Cukup Bersihkan Saja !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *